Abstrak
Apakah 100 hari kerja pertama Iksan–Irene telah menjadi titik tolak reformasi birokrasi yang sejati, atau justru memperpanjang kelanggengan struktur birokrasi lama dalam kemasan digital dan slogan modernisasi?
Tulisan ini berupaya menjawab pertanyaan tersebut, dengan membuka ruang refleksi kritis atas komitmen, capaian, dan tantangan nyata dalam membangun birokrasi yang benar-benar melayani masyarakat, bukan sekadar mengulang administrasi lama dengan gaya baru.
Pratinjau Dokumen
Akses File Lengkap
Lihat atau unduh melalui Google Drive
PUBLISHER
Kembali ke Riset
CELYS
Center For Development And Policy Studies.